Berita > Seputar TKI
Survei P3WNI, Hanya 27% WNI di Malaysia yang Puas dengan Pelayanan KBRI Kuala Lumpur di Masa Pandemi
13 Aug 2021 19:21:38 WIB | Paroji | dibaca 1251
Ket: Muhamad Zainul Arifin, S.H, M.H., Direktur P3WNI
Foto: P3WNI
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Pusat Penyelesaian Permasalahaan Warga Negara Indonesia (P3WNI) di Malaysia merilis hasil survei terkait kepuasan WNI terhadap pelayanan dan perlindungan KBRI Kuala Lumpur pada masa pendemi Covid-19.

Aspek-aspek yang ditanyakaan dalam survei ini meliputi pelayanan dan perlindungan, rasa keadilan, keinginan dan harapan responden kepada KBRI Kuala Lumpur pada masa pandemi dengan 5 kategori jawaban, yaitu sangat puas, puas, netral/tidak tahu, tidak puas, dan sangat tidak puas.

Survei yang dilakukan dari 31 Mei hingga 8 Agustus 2021 ini melibatkan 1172 responden WNI di Malaysia dengan menggunakan teknik penarikan sampel random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak sederhana (simple random sampling).

Dalam siaran pers yang diterima redaksi LiputanBMI, Rabu (11/8), Direktur P3WNI, Muhamad Zainul Arifin, S.H., M.H., menyebutkan, dari hasil survei ini dapat disimpulkan bahwa, WNI di Malaysia yang merasa puas dengan pelayanan dan perlindungan KBRI Kuala Lumpur hanya 27% dan yang merasa sangat puas 2%.

Sementara WNI di Malaysia yang merasa tidak puas dengan pelayanan dan perlindungan KBRI Kuala Lumpur di masa pandemi ini sebesar 43% dan yang merasa sangat tidak puas sebesar 6%.

Sisanya, 22 % responden WNI di Malaysia menjawab tidak tahu (netral).

siaran pers P3WNI
Ket. foto: siaran pers P3WNI
Sumber foto: P3WNI



Berdasarkan hasi survei ini, P3WNI di Malaysia menilai, KBRI Kuala Lumpur harus meningkatkan kinerjanya agar WNI di Malaysia dapat terlayani dan terlindungi dengan baik secara adil dan berkualitas.

Adapun saran dan masukan P3WNI terkait hasil survei ini, antara lain KBRI Kuala Lumpur harus;
1. sering turun lapangan untuk menyapa langsung WNI yang memerlukan
bantuan dan pelayanan;
2. menambah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perlengkapan pelayanan;
3. memberikan kemudahan pelayanan dengan menyesuaikan situasi dan kondisi WNI di Malaysia;
4. memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap WNI di Malaysia berlandaskan keadilan, bukan berdasarkan kedekatan;
5. menambah lawyer pendamping untuk melakukan pelayanan perlindungan di bidang hukum civil dan ketenagakerjaan karena selama ini lawyer yang ada hanya diperuntukan untuk mendampingi kasus dengan tuduhan hukuman mati.
6. memberikan akses informasi secara berkala dan berkelanjutan yang tepat sasaran.
(FK, 13/08)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BRI Idul Fitri
atc_cargo
psstki