Berita > Seputar TKI
Memaksa Pekerja Migran Suntik Vaksin, Majikan atau Agensi Bisa Terancam Denda Hingga Ratusan Ribu NT
26 Jul 2021 14:23:55 WIB | Hanik Tw | dibaca 1923
Ket: Memaksa Pekerja Migran Suntik Vaksin, Majikan atau Agensi di Taiwan Bisa Terancam Denda Hingga Ratusan Ribu NT
Foto: Internet
Taipei, LiputanBMI - Beberapa hari lalu CECC mengumumkan bahwa pekerja migran atau pemilik ARC dan Kartu Askes yang memenuhi syarat bisa mendaftar suntik vaksinasi atas kesadaran serta kemauan sendiri.

Badan Pengembangan Tenaga Kerja (WDA) mengatakan, mengikuti suntik vaksinasi bukan paksaan, majikan atau agensi harus mendorong pekerja migran ikut vaksin dan membantunya mendaftarkannya.

Akan tetapi majikan atau agensi harus menghormati keputusan dari pekerja migran apakah mereka bersedia divaksin, majikan atau agensi tidak boleh memaksanya.

Namun akhir-akhir ini banyak pekerja migran yang mengadu kalau majikan atau agensi memaksa mereka untuk vaksin, atau membuat surat pernyataan yang isinya bertentangan dengan keinginan pekerja migran atau meminta pekerja migran melepaskan hak-haknya.

Menanggapi hal tersebut kemenaker mengatakan, apabila majikan terbukti terlibat dalam pelanggaran kejahatan maka wajib menerima sanksi atau hukuman, untuk itu akan diteruskan ke otoritas yudisial untuk penyelidikan.

Sementara itu WDA mengatakan, apabila majikan terbukti melanggarnya, sesuai dengan UU layanan Ketenagakerjaan akan terancam denda NTD 60.000 hingga NTD 300.000.

WDA mengingatkan, saat ini Kemenaker sudah menyediakan cara pendaftaran dan reserve suntik vaksin ke dalam 4 bahasa asal pekerja migran.

Selain itu WDA juga menjelaskan, apabila pekerja migran mengalami reaksi efek samping akibat suntik vaksin maka majikan atau agensi harus membantu membawa ke RS.

Apabila reaksi tersebut sangat serius atau vaktimisasi, pekerja migran dapat mengajukan permohonan kompensasi sesuai dengan mekanisme Vaksinasi dan pemulihan akibat Vaksinasi, karena prosedurnya sangat lengkap. WDA mengharapkan supaya pekerja migran tenang melakukan suntik vaksin.

WDA juga menegaskan, sebelum Vaksinasi dokter akan mengevaluasi terlebih dulu, dan staf medis akan memberikan vaksin setelah peserta menandatangani hasil evaluasi tersebut.
(HNI, 26/07)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh