Berita > Seputar TKI
Penyelesaian Kasus PMI Banyak yang Mandek, SBMI Desak BP2MI Perbaiki Layanan
11 Aug 2020 22:00:36 WIB | Paroji | dibaca 912
Ket: Audensi SBMI dengan BP2MI
Foto: SBMI Indramayu/ Juwarih
Jakarta, LiputanBMI - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mendesak Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk segera memperbaiki pelayanan agar berbagai persoalan buruh migran dapat segera terselesaikan.

"Berbagai persoalan buruh migran asal Indramayu yang kami advokasi, proses penyelesaiannya mandek karena respon UPT BP2MI di daerah dan BP2MI pusat lambat," kata Ketua DPC SBMI Indramayu, Juwarih ketika beraudensi dengan BP2MI di kantor BP2MI, Selasa (11/8/2020).

Audensi SBMI dengan BP2MI diinisiasi oleh DPC SBMI Indramayu karena dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan buruh migran asal Indramayu yang diadvokasi SBMI proses penyelesaiannya mandek.

Selain dihadiri ketua dan pengurus DPC SBMI Indramayu dan perwakilan DPC SBMI Tegal, audensi juga dihadiri oleh Ketua Umum SBMI, Hariyanto dan Sekjend SBMI, Bobi Anwar Ma’arif serta beberapa pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) SBMI. Sementara dari pihak BP2MI dihadiri Kepala BP2MI, Benny Rhamdani beserta jajarannya.

Pada kesempatan tersebut, Koordinator Advokasi DPN SBMI, Salsa Nofelia juga menyampaikan adanya ratusan kasus buruh migran yang diadvokasi SBMI proses penyelesaiannya mandek di BP2MI.

Mendengar itu, Benny Rhamdani mengaku kaget dan memaksa pengurus SBMI untuk menyebutkan nama petugas yang mengurusi kasus-kasusnya. Setelah SBMI menyebutkan nama-nama petugas, Benny meminta semua dipanggil ke ruangan mediasi. Bahkan, petugas Crisis Center BP2MI pun ikut dipanggil.

"Ini tidak boleh main-main. Saya sampaikan kita harus cepat. Kita harus berlari. Kalo menangani kasus dengan jalan kaki, kalian pasti akan ketinggalan. Dalam menangani kasus tidak perlu terlalu birokratis dan bertele-tele," tegas Benny kepada anak buahnya.

Benny langsung memerintahkan jajarannya untuk segera menindaklanjuti apa yang disampaikan SBMI agar berbagai persoalan yang dialami buruh migran bisa segera terselesaikan.

“Saya perintahkan agar segera membentuk tim untuk menangani berbagai kasus yang belum terselesaikan tersebut bersama dengan teman-teman SBMI dan akhir Agustus ini semuanya harus sudah selesai,” kata Benny.

(FK, 11/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh