Berita > Seputar TKI
Asosiasi Petani di Taiwan Mulai Rekrut Pekerja Migran yang Dipekerjakan di Peternakan
11 Aug 2020 18:31:23 WIB | Hanik Mundiroh | dibaca 1184
Ket: Kedua Pekerja Migran Indonesia yang Dipekerjakan di Peternakan Sapi perah Yochuan, Tainan
Foto: Liberty Times Net
Taipei, LiputanBMI - Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di peternakan sapi perah, ayam daging, ayam petelur, pembibitan, dan peternakan ikan di Taiwan, Asosiasi Petani Liuying (柳營農會), Kota Tainan telah merekrut dua pekerja migran asal Indonesia.

Diliput United Daily News (11/8), salah satu pemilik peternakan sapi perah Yochuan, Lee Mei-Chu (李美珠) merasa sangat senang sekali setelah pemerintah Taiwan menyetujui penambahan perekrutan terhadap pekerja migran yang dipekerjakan di sektor peternakan dan pertanian.

Lebih lanjut Lee Mei-Chu mengatakan, awalnya ia menderita karena kurangnya pekerja di peternakannya, ia menegaskan bahwa setelah merekrut dua orang PMI merasa sangat terbantu sekali. Ia juga berterimakasih kepada ketua Asosiasi Petani Liuying karena telah membantunya menyelesaikan banyak masalah.

"Kedua PMI pekerja keras, punya inisiatif untuk belajar, cepat tanggap dengan apa yang diperintahkan, kehadiran mereka sangat membantunya, "ungkap Lee Mei-Chu yang memiliki 153 ekor sapi perah.

Masih menurut keterangan Lee Mei-Chu, kedua PMI yang bernama Vicky (飛哥) dan Sardi (思迪) mereka berdua masih saudara sepupu, sebelumnya bekerja di pabrik daerah Changhua. Kemudian setengah tahun yang lalu mereka pindah dan bekerja di peternakannya. Setiap hari bekerja selama delapan jam, dalam sebulan ditambah upah lembur, mereka bisa mendapatkan gaji NTD 30.000 lebih.

Sementara itu, ketua Asosiasi Petani Chen Yo-Hsin (陳右欣) mengatakan, Asosiasi petani Liuying mempekerjakan pekerja migran asing dan mempersiapkan mereka untuk dipekerjakan di beberapa sektor.

Adapun perinciannya adalah untuk setiap 3 peternakan sapi membutuhkan 4 orang, 3 peternakan ayam butuh 3 orang, 1 pembibitan membutuhkan 1 orang, dan 2 peternakan ikan butuh 2 orang.

"Untuk ke depannya Asosiasi Petani Liuying membutuhkan lebih dari 26 pekerja Migran yang akan dipekerjakan di 26 lokasi peternakan untuk memenuhi kekurangan tenaga kerja, "jelas Chen Yo-Hsin.
(HNI, 11/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh