Berita > Seputar TKI
Sri Haryati, PMI Asal Cirebon 11 Tahun Hilang Kontak di Arab Saudi
04 Aug 2020 00:15:16 WIB | Juwarih | dibaca 1190
Ket: Kiri, Photo PMI a.n Sri Haryati BT Supardi Wibowo alias Tati warga Desa Gegesik Lor, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kanan, Ii Sri Herawati menunjukan Photo anaknya yang 11 tahun hilang kontak di Arab Saudi.
Foto: LiputanBMI.com
Cirebon, LiputanBMI - Sri Haryati BT Supardi Wibowo alias Tati (37), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) perempuan Dusun II, RT 001, RW 003, Desa Gegesik Lor, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dikabarkan hilang kontak selama 11 tahun dengan keluarganya saat bekerja menjadi Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Riyadh, Arab Saudi sejak tahun 2009 silam.

Hal tersebut disampaikan oleh Ii Sri Herawati (57), Ibu kandung Sri Haryati saat ditemui LiputanBMI di kediamannya di Desa Gegesik Lor, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Senin 3 Agustus 2020.

“Anak saya sudah 11 tahun bekerja di Arab Saudi namun tidak diketahui kabar beritanya hingga saat ini, apakah dia dalam keadaan sehat atau tidak, ini yang membuat saya sebagi orang tua sangat cemas dan selalu memikirkan nasibnya,” ucap Ii Sri Herawati Ibu kandung PMI, Senin (03/08).

Ii Sri Herawati menceritakan, pada sekitar pertengahan bulan November 2009, anak perempuannya direkrut oleh Khotib, merupakan sponsor PMI warga Desa Prajawinangun Kulon, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kemudian olehnya Sri Haryati dibawa ke Jakarta untuk didaftarkan sebagai PRT ke Luar Negeri.

Selama satu bulan lebih mengikuti proses, kemudian pada 29 Desember 2009, Sri Haryati diberangkatkan ke Arab Saudi sebagai PRT oleh PT Jauhara Perdana Satu yang beralamat di Jl. Otista Raya No. 64, Jakarta Timur.

"Sehari sebelum keberangkatannya, saya sempat menengok Sri Haryati di tempat penampungan PT Jauhara Perdana Satu di Jakarta, ia berpamitan dan meminta doa agar dapat majikan yang baik," jelas Ibu kandung Sri Haryati.

Lanjutnya, setelah 2 tahun lebih Sri Haryati bekerja di Arab Saudi belum juga memberikan kabar ke keluraga, kemudian orang tua PMI berusaha untuk mencari kejelasan nasib anaknya dengan menyampaikan aduan ke sponsor dan mendatangi langsung ke kantor PT Jauhara Perdana Satu di Jatinegara, Jakarta Timur.

"Namun pada saat saya ke kantor PT, yang di Jalan Otista, Jatinegara kantornya sudah tutup (tidak beroprasi lagi), sedangkan keluarga tidak memegang dokumen apa-apa hanya photo dan Kartu Keluarga," keluh Ii Sri Herawati.

Ii Sri Herawati berharap pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi bisa menemukan dan memulangkan anaknya ke kampung halamannya di Cirebon.

"Saya berharap pemerintah Indonesia mau membantu untuk menenukan dan memulangkan Sri Haryati, karena keluarga sangat merindukan dan menanti-nanti kepulangannya," harapnya.

Melalui pemberitaan ini pula, keluarga berharap dan berpesan kepada siapa pun yang mengetahui kondisi Pekerja Migran Indonesia bernama Sri Haryati BT Supardi Wibowo alias Tati agar segera memberitahukan keberadaannya ke nomor kontak 0895702929834 milik Ani (sepupu dari Sri Haryati).

(JWR, 04/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh