Berita > Seputar TKI
15 dari 33 Jenazah WNI yang Tertahan di Kuala Lumpur Telah Berhasil Dipulangkan
22 Jun 2020 21:00:24 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1900
Ket: jenazah ketika tiba di kampung halaman
Foto: IKMA Malaysia
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Sebanyak enam jenazah dari 33 jenazah WNI yang sebelumnya tertahan di Kuala Lumpur karena kendala penerbangan akibat pandemi virus corona telah dipulangkan ke Tanah Air pada penerbangan tahap kedua, Minggu (21/6) kemarin.

Dengan tambahan enam jenazah ini, sebanyak 15 jenazah dari 33 jenazah yang tertahan di Kuala Lumpur sejak sebelum lebaran lalu telah berhasil dipulangkan.

Sebelumnya, pada Jumat (19/6) lalu sebanyak sembilan jenazah telah diterbangkan dari Kuala Lumpur menuju Jakarta dan pihak Badan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah menghantar jenazah-jenazah tersebut ke kampung halaman masing-masing.

“Per 21 Juni 2020, sudah 15 jenazah yang dipulangkan. Jadi, tinggal 18 dari 33 jenazah selama ini tertahan di Kuala Lumpur itu. Sekadar info saja, saat ini sudah ada tambahan enam jenazah lagi yang proses pemulangannya sedang kami uruskan,” kata Sekretaris Ikatan Keluarga Madura (IKMA) Malaysia, Jamal Al Fateh, Senin (22/6).

Baca: 9 dari 33 Jenazah WNI yang Tertahan di Kuala Lumpur Diterbangkan ke Tanah Air

Berdasarkan data IKMA Malaysia, enam jenazah yang diterbangkan dari Kuala Lumpur pada Minggu malam kemarin semuanya merupakan warga Pulau Madura yang terdiri dari tiga jenazah warga Bangkalan, dua jenazah warga Pamekasan, dan satu jenazah warga Sumenep.

“Dari bandara Jakarta ambulance bergerak pukul 23.00 WIB dan sampai Surabaya Senin (22/6) pagi sekitar pukul 08.00 WIB,” jelas Jamal.

Lebih lanjut Jamal mengatakan, jadwal penerbangan untuk pemulangan jenazah selalu berubah. Mestinya, kata Jamal, kalau jadwal penerbangan tujuan Surabaya tanggal 20 Juni tidak dibatalkan, penerbangan tanggal 21 Juni 2020 kemarin merupakan penerbangan tahap ketiga.

“Masalah penerbangan seperti inilah yang menjadikan jenazah bertumpuk. Tapi insyaAllah mulai hari ini sudah bisa 1 minggu 3 kali dan semuanya mendarat di Jakarta karena penerbangan Kuala Lumpur - Surabaya tak ada,” pungkas Jamal.



(FK, 22/06)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh