Berita > Seputar TKI
Diduga Jadi Korban Trafficking, Tiga Warga Tulungagung Terlantar di Arab Saudi
22 Jun 2020 19:36:34 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1005
Ket: ilustrasi
Foto: google
Nasional, LiputanBMI - Tiga warga KabupatenTulungagung, Jawa Timur diduga telah menjadi korban perdagangan orang (human trafficking) dengan modus pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.

Menurut keterangan Ketua Umum Human Traficking Watch (HTW), Patar Sihotang, ketiga warga Tulungagung tersebut dikirim ke Arab Saudi dengan janji akan dipekerjakan di perusahaan kontruksi perminyakan. Namun kenyataannya, mereka dipekerjakan di cafe.

"Mereka yang jadi korban ada tiga orang dari Tulungagung. Mereka diberangkatkan oleh sponsor di Tulungagung, lalu diantar ke sebuah PT di Jakarta, di Kampung Melayu. Diberangkatkan ke Arab Saudi sekitar bulan Januari 2020," kata Patar Sihotang kepada LiputanBMI, Senin (22/6).

Lebih lanjut Patar mengatakan, ketiganya sampai terlilit utang untuk biaya hidup di Arab Saudi. Mirisnya lagi, kata Patar, dokumen keimigrasian mereka ada yang palsu.

"Visa kerjanya juga palsu. Sekarang mereka terlantar, tidak sesuai yang dijanjikan," ujar Patar.

Kasus ini, lanjut Patar, telah dilaporkan HTW ke Mabes Polri pada 3 Maret 2020 lalu karena ada indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dilakukan oleh PT perekrut.

"Menurut UU nomor 21 tahun 2007, memberangkatkan, mengeksploitasi dan membuat berhutang (pekerja) itu kan bagian dari pasal human trafficking," jelas Patar.

bukti laporan HTW ke Mabes Polri
Ket. foto: bukti laporan HTW ke Mabes Polri
Sumber foto: HTW



Saat ini, menurut Patar, pihak PT yang mengirimkan ketiga warga Tulungagung itu sudah diperiksa oleh Mabes Polri. Namun, untuk pemeriksaan lebih lanjut. mereka yang menjadi korban juga harus dihadirkan atau harus dipulangkan dulu ke Tanah Air.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Kementerian Luar Negeri. Masih tahap administrasinya. Pihak PT sudah dipanggil, tapi agar bisa naik ke penyidikan kan para korban juga harus diperiksa. Masalahnya, Arab Saudi masih lockdown, sehingga mereka belum bisa dipulangkan,” pungkas Patar.

(FK, 22/06)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh