Berita > Seputar TKI
Siswa Asing yang Berasal dari Sebelas Negara Berikut Diizinkan Masuk Taiwan
19 Jun 2020 21:31:04 WIB | Hani Tw | dibaca 583
Ket: Siswa Asing yang Berasal dari Sebelas Negara Berikut Diizinkan Masuk Taiwan
Foto: FB Taiwan我來了
Taipei, LiputanBMI - Sebagai persyaratan untuk siswa asing yang akan kembali meneruskan sekolah ke Taiwan, Kementerian Pendidikan akan menyesuaikan pedoman dan peraturan yang dikeluarkan oleh Pusat Komando Epidemi Central (CECC).

CECC telah mengevaluasi tingkat risiko wabah COVID-19 di setiap negara asal siswa asing dan kemampuan pencegahan epidemi dalam negeri.

Dilansir web resmi departemen imigrasi Taiwan (17/6) CECC sementara ini memberikan prioritas untuk membuka kembali siswa asing dari sebelas negara yang tingkat risikonya rendah.

Adapun ke sebelas negara tersebut antara lain, Vietnam, Hong Kong, Makau, Thailand, Palau, Australia, Selandia Baru, Brunei, Fiji, Mongolia dan Butan.

Para siswa asing yang telah memasuki Taiwan terlebih dahulu harus melakukan karantina di luar sekolah baru kemudian bisa masuk sekolah.

Kementerian Pendidikan mengusulkan "tiga prinsip dan dua prosedur standar pengoperasian" untuk memastikan masuknya siswa asing secara tertib.

Tiga prinsip untuk siswa asing yang diizinkan bisa kembali sekolah ke Taiwan:

1. Memprioritaskan siswa asing yang berasal dari negara atau wilayah yang tingkat resiko COVID-19 rendah.

2. Memprioritaskan siswa asing lulusan akademik tahun 2019. Dan tergantung pada situasi dari hasil karantina setelah memasuki Taiwan, baru memastikan apakah akan dilanjutkan untuk mengizinkan siswa lama dan siswa baru masuk ke Taiwan.

3. Setelah siswa masuk ke Taiwan, memberikan prioritas untuk melakukan karantina di luar kampus.

Sementara itu, dua prosedur standar pengoperasian untuk memastikan masuknya siswa asing adalah:

1. Sebelum berangkat (masuk) ke Taiwan: registrasi nama asli untuk pendaftaran entri, mengonfirmasikan tempat karantina, penyelidikan masakapai penerbangan dan penerbitan visa.

2. Setelah memasuki Taiwan: pengontrolan perbatasan bandara, check ini secara mandiri ke konter, naik mobil antar jemput anti-epidemi, pengaturan lokasi karantina.

Selain itu, Kementerian Pendidikan akan secara teratur meminta CECC untuk memberikan daftar negara atau wilayah berisiko rendah terbaru yang disetujui dan siap dibuka kembali. Berdasarkan hal itu, Kementerian Pendidikan akan melakukan pelaksanaan pengoperasian secara relevan seperti mengatur siswa asing untuk memasuki Taiwan sesuai pesanan.
(HNI, 19/06)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh