Berita > Seputar TKI
Kepala BP2MI akan Segera Teken Peraturan tentang Pembebasan Biaya Penempatan
16 Jun 2020 10:34:09 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 3524
Ket: Kepala BP2MI Benny Rhamdany
Foto: Dok. Pri/ virtual zoom
Nasional, LiputanBMI - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menyatakan akan segera menandatangani peraturan tentang pembebasan biaya penempatan.

Hal tersebut disampaikan Benny dalam diskusi virtual yang digelar Humanitarian Organisation for Migration Economics (HOME) Singapura, Sabtu (13/6).

“Dalam waktu dekat, insyaAllah pada 17 Agustus hari kemerdekaan, saya akan menandatangani sebuah peraturan yang mungkin ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memerdekakan PMI, yaitu Peraturan Badan tentang Pembebasan Biaya Penempatan,” kata Benny.

Benny menegaskan, negara harus hadir dan harus mengabil alih apa yang selama ini dibebankan kepada PMI.

“PMI tidak boleh lagi dibebani biaya untuk mengikuti pelatihan dan vokasi. PMI juga tidak boleh lagi dibebani biaya jati diri. Di sini negara (harus ) hadir dan harus mengambil alih apa yang selama ini dibebankan kepada PMI dan sebagian menjadi tanggung jawab negara penempatan atau pengguna (user),” tegasnya.

Lebih lanjut Benny mengatakan, ia berani melakukan langkah revolusioner karena setelah satu bulan setengah dilantik ia baru sadar bahwa dirinya sedang berada pada sebuah pusaran di mana perbudakan modern berlangsung secara telanjang dan melibatkan banyak oknum kekuasaan di dalamnya.

Menurut Benny, biaya penempatan yang selama ini disalahgunakan oleh pihak tertentu adalah dengan memanfaatkan kondisi PMI yang mereka tahu dan sadar bahwa PMI sebenarnya tidak punya uang untuk biaya pelatihan, untuk keluarga yang ditinggalkan, dan untuk biaya-biaya lainnya.

Kelompok-kelompok kejahatan tersebut, kata Benny, meminjam uang di bank atas nama KUR dengan bunga 6% dan uang tersebut dipinjamkan kepada PMI dengan bunga 21 – 25 %.

“Kelompok-kelompok kejahatan yang banyak dilakukan oleh Perusahaan Pengirim PMI (P3MI) dengan cara meminjam uang ke bank dengan bunga 6% dan PMI dijerat dengan bunga 21 – 25% harus kita hentikan dengan keberanian,” tegas Benny.


(FK, 16/06)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh