Berita > Seputar TKI
PMI Overstayer di Saudi Berharap Program Pemulangan, Begini Jawaban Direktur PWNI & BHI Kemlu
19 May 2020 19:04:30 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1431
Ket: Judha Nugraha (Direktur PWNI & BHI Kemlu RI)
Foto: LBMIKSA
Jeddah, LiputanBMI - Para PMI overstayer yang sudah tidak bekerja akibat penyebaran virus Covid19 yang terus meningkat di Arab Saudi berharap adanya sebuah program pemulangan. Hal itulah yang disampaikan oleh pengurus SBMI Jeddah, Roland Kamal saat mengikuti rapat virtual dengan Kemenaker RI, Kemenlu RI, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah, Senin (18/5/2020).

Roland berharap pemerintah Indonesia melakukan lobi tingkat tinggi agar Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan program amnesty pasca pandemik berakhir.

Pernyataan Roland Kamal pun langsung dijawab oleh Direktur PWNI & BHI Kemlu, Judha Nugraha yang juga hadir dalam rapat virtual tersebut. Dia menyebut, bahwa program pemulangan amnesty merupakan kewenangan pemerintah Arab Saudi.

"Program pemulangan amnesty merupakan kewenangan pemerintah Aarab Saudi, kita tidak bisa ikut campur. Tapi kita bisa mengupayakannya dengan negoisasi, nanti kita pertimbangkan" ujarnya.

Dalam rapat virtual yang dihadiri tidak kurang dari 45 peserta itu Judha mengatakan bahwa PMI di Arab Saudi dan Malaysia mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

"Di Malaysia saja ada 3 juta lebih PMI kita di sana, sementara bantuan baru tersalur 260 ribu di 5 perwakilan, tentu ini juga tidak berimbang. Begitu juga di Arab Saudi. Kita akan upayakan terus untuk ditingkatkan namun tentu yang harus juga kita sadari bahwa prioritas bantuan diberikan kepada PMI yang paling rentan dan paling terdampak" tukasnya saat menanggapi permintaan tambahan kuota untuk PMI di Arab Saudi.
(IYD, 19/05)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh