Berita > Seputar TKI
Tanpa Kasus Baru COVID-19 Selama 36 Hari, Taiwan Kampanyekan Gerakan Hidup Baru Anti-epidemi
18 May 2020 18:28:41 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 3260
Ket: Selama 36 Hari Tidak ada lagi Kasus Baru COVID-19, Taiwan Kampanyekan Gerakan Hidup Baru Anti-epidemi
Foto: CECC Taiwan
Taipei, LiputanBMI - Pusat Komando Epidemi Sentral Taiwan (CECC) pada Senin 18 Mei 2020 mengumumkan bahwa tidak ada lagi kasus tambahan pasien baru dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 yang dikonfirmasi hingga hari ini.

Sebagaimana dirilis website resmi kementrian kesehatan Taiwan (18/5), selama 36 hari Taiwan sudah tidak ada lagi kasus baru pasien lokal yang dinyatakan terinfeksi COVID-19, dan 11 hari tanpa ada kasus baru pasien pulang dari luar negeri.

Hingga hari ini (18/5), total kumulatif yang dinyatakan positif sebanyak 440 kasus, 349 orang diantaranya pasien yang pulang dari luar negeri dan 55 orang pasien lokal, sementara 36 lainnya adalah kru Angkatan Laut dari Kapal Panshi Fast Combat Support.

Dari kasus yang dikonfirmasi tersebut, sebanyak 7 pasien meninggal dunia, 398 pasien telah dinyatakan sembuh dan keluar dari ruangan isolasi, sementara sisanya masih dirawat di ruangan isolasi rumah sakit.

Sementara itu, untuk membuat kehidupan segera pulih kembali, CECC meluncurkan "Kampanye Gerakan Hidup Baru Anti-epidemi" supaya pendatang baru di Taiwan juga dapat saling mendukung dan memberi manfaat satu sama lain, serta menjalani kehidupan yang sehat dan aman.

Selama kita mengikuti aturan, semua orang bisa keluar dari rumah dengan aman dan bisa menikmati hidup yang tenang di tengah epidemi ini.

Tempat-tempat yang memenuhi empat poin berikut, dapat dikunjungi dengan aman dan tenang:

1. Menjaga jarak sosial atau social distancing, 1.5 meter di dalam ruangan dan 1 meter di luar ruangan.

2. Menerapkan perlindungan kebersihan pribadi seperti memakai masker, mengukur suhu tubuh, dan cuci tangan.

3. Menerapkan sistem kontrol jumlah pengunjung.

4. Mengikuti peraturan keselamatan kebakaran dan membangun inspektur keamanan publik.
(IYD, 18/05)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh