Berita > Seputar TKI
Layanan Terbatas KBRI Kuala Lumpur, Protokol Kesehatan Ketat tapi Proses Cepat
14 May 2020 08:37:40 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 6662
Ket: antrean warga di depan KBRI KL
Foto: Dok. Pri
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Pelayanan terbatas KBRI Kuala Lumpur yang dimulai Rabu (13/5/2020) setelah tutup total selama hampir dua bulan, menerapkan protokol kesehatan yang ketat karena pemerintah Malaysia masih memberlakukan kebijakan Perintah Kawalan Pergerakan Bersyarat (PKPB) akibat pandemi virus corona.

Tak hanya diwajibkan menggunakan masker, warga yang datang juga diwajibkan mencuci tangan dengan handsanitizer yang telah disediakan pihak KBRI ketika akan memasuki ruangan. Bahkan, petugas KBRI telah mengatur pergerakan warga agar senantiasa menjaga jarak ketika mengantre.

“Juga ada pengecekan suhu tubuh. Bagi yang suhu tubuhnya lebih dari 37 derajat tidak dibenarkan berurusan dengan KBRI. Jika mau mengurus pembaruan paspor harus mendaftar dulu secara online. Kalau langsung datang tidak akan dilayani,” kata Asih Lestari, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bantul yang datang ke KBRI untuk mengurus pembaruan paspor, Rabu (13/5) pagi.

Di dalam ruangan, lanjut Asih, kursi untuk tempat duduk juga telah diatur sedemikian rupa hingga berjarak sekitar 1,5 meter.

Meski menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Asih menilai pelayanan KBRI Kuala Lumpur tergolong cepat.

“Walaupun dalam suasana PKPB, pelayanan KBRI tergolong cepat. Pukul 09.10 saya dipanggil dan pada pukul 09.40 sudah selesai. Kalau paspor sudah jadi, nanti akan dikirim melalui pos,” katanya.

suasana layanan terbatas di dalam gedung KBRI
Ket. foto: suasana layanan terbatas di dalam gedung KBRI
Sumber foto: Dok. Pri / Asih



Sejak 18 Maret 2020, ketika pemerintah Malaysia menerapkan kebijakan lockdown atau dalam bahasa setempat disebut Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) sebagai upaya penanganan wabah virus corona, KBRI Kuala Lumpur tutup total.

Ketika kebijakan lockdown sedikit dilonggarkan dengan mengubah istilah PKP menjadi PKPB, KBRI Kuala Lumpur membuka 'Layanan Terbatas' mulai 13 Mei 2020 dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan pemerintah Malaysia terkait PKPB.
(FK, 14/05)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh