Berita > Seputar TKI
WNI yang Meninggal saat Urus Paspor di KBRI Kuala Lumpur Punya Riwayat Penyakit Jantung
01 Nov 2019 20:41:18 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1261
Ket: (Alm) Tamam bin Arsyad
Foto: facebook
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Tamam bin Arsyad (56), WNI asal Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang meninggal dunia ketika sedang menunggu pembagian nomor antrean pelayanan perpanjangan paspor di KBRI Kuala Lumpur pada Kamis (31/10) malam ternyata punya riwayat penyakit jantung.

"Semalam, istri dan keluarga langsung mendatangi RS Kuala Lumpur dan menyampaikan data rawatan sakit jantung kronis almarhum," kata Ketua Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambary dalam keterangan tertulis kepada LiputanBMI, Jumat (1/11).

Dengan adanya data tersebut, lanjut Yusron, almarhum tidak perlu di-autopsi dan langsung dapat dibawa pulang oleh keluarga

Lebih lanjut Yusron mengatakan, jenazah Tamam bin Arsyad telah dimakamkan oleh keluarganya di Pemakaman Islam Kuang, Sungai Buloh, Selangor pada Jumat (1/11) siang.

Almarhum dan istri adalah WNI dengan status penduduk tetap (permanent resident) di Malaysia, Sementara ketiga anaknya masing-masing berusia 29, 25, dan 15 tahun, semuanya sudah menjadi warga negara Malaysia.

Almarhum Tamam bin Arsyad berasal dari Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kelahiran 24 Maret 1963.

Seperti diberitakan sebelumnya, almarhum Tamam meninggal dunia di depan gedung KBRI Jalan Tun Razak 233 Kuala Lumpur sekitar pukul 18.40 waktu Malaysia.

Baca: WNI Asal Bawean Meninggal di KBRI saat Sedang Menunggu Nomor Antrean Perpanjangan Paspor

Ketika duduk menunggu pintu KBRI dibuka untuk pengambilan nomor antrean yang akan dibagikan mulai pukul 12 malam, Tanam tiba-tiba lunglai dan langsung tergeletak di lantai.

Beberapa WNI yang kebetulan berada di belakangnya pun langsung menolongnya. Namun, setelah ditidurkan di lantai, tak lama kemudian Tamam menghembuskan napas terakhir.

(FK, 01/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh