Berita > Seputar TKI
KBRI Yordania Berhasil Pulangkan 51 PMI Bermasalah
21 Apr 2019 02:31:34 WIB | Juwarih | dibaca 408
Ket: Sejumlah 51 PMI Bermasalah yang dipulangkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman, Yordania
Foto: Akun Facebook KBRI Amman
Amman, LiputanBMI - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman, Yordania, dalam rangka memanfaatkan program amnesti dari pemerintah Yordania telah berhasil memulangkan 51 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah ke Tanah Air, pada Rabu, 17 April 2019.

Sebagaimana ditulis dalam akun resmi facebook milik KBRI Amman, pada 20 April 2019 menyebutkan bahwa pihaknya telah melaksanakan repatriasi terhadap 51 PMI di tahap ketiga dan sebelumnya di tahap kedua dilakukan pemulangan berjumlah 38 orang.

"Pada repatriasi kali ini, akan dibantu kepulangan sejumlah 51 orang PMI yang sebagian besar berstatus ilegal/tidak berdokumen. Ini merupakan jumlah terbesar pemulangan WNI sejak dua tahun terakhir," tulis Dubes RI melalui akun facebook KBRI Amman.

Menurut KBRI Amman, kebijakan amnesti ini diberlakukan selama 6 (enam) bulan, terhitung sejak tanggal 12 Desember 2018 dan akan berakhir nanti tanggal 12 Juni 2019.

Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan program amnesti ini, KBRI Amman mengaku telah melakukan berbagai macam sosialisasi baik bertemu secara langsung dengan para PMI undokumen, melalui telepon, maupun lewat media sosial.

Sebagaimana ditegaskan oleh Dubes RI Yordania, Andy Rachmianto, mengatakan program amnesti dari pemerintah Yordania ini harus dimanfaatkan sebenar-benarnya, karena program ini tidak selalu ada setiap tahunnya. Maka dari itu, bagi semua WNI yang memiliki masalah pelanggaran imigrasi di Yordania harus segera ‘memutihkan’ statusnya.

Menurut Andy Rachmianto, hampir semua PMI bermasalah telah berdomisili di Yordania lebih dari 8 tahun. Repatriasi ini adalah bentuk kehadiran negara Republik Indonesia dalam upaya memberikan perlindungan terhadap warganya di luar negeri.

“Dengan adanya program amnesti, KBRI menargetkan setidaknya 50% dari WNI yang berstatus ilegal dapat kita bantu kepulangan mereka,” ucap Dubes Andy Rachmianto.

Menurut catatan KBRI Amman, seluruh PMI bermasalah yang dipulangkan melalui program amnesti ini adalah semuanya perempuan.

"Sejak diumumkannya program Amnesti ini, jumlah pekerja migran bermasalah yang mendaftarkan diri ke KBRI terus bertambah setiap harinya. Sejauh ini, jumlah yang telah mendaftar dan akan difasilitasi kepulangannya lebih dari 100 orang" papar Andy Rachmianto.

Kata Dubes RI, kebijakan Amnesti ini diharapkan dapat menjaring seluruh WNI yang bermasalah terhadap pelanggaran izin tinggalnya di Yordania, termasuk mereka yang memiliki anak hasil dari hubungan tidak resmi.

"KBRI telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan beberapa instansi pemerintah terkait agar bisa membantu legalisasi dan kepulangan anak-anak tersebut ke Tanah Air," kata Dubes.

KBRI Amman pun akan terus berusaha menjaring sebanyak mungkin PMI bermasalah untuk memanfaatkan program amnesti ini melalui pengumuman diberbagai media sosial dan elektronik untuk mengimbau para pekerja migran yang bermasalah.

"Termasuk mengimbau para Kafeel (majikan) yang mempekerjakan PMI bermasalah, untuk memanfaatkan program ini seoptimal mungkin," pungkasnya.

(JWR, 21/04)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh