Berita > Seputar TKI
255 TPS Dipangkas Jadi Tiga, Antrean Pemilih di Kuala Lumpur Membeludak
14 Apr 2019 13:20:12 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1639
Ket: antrean pemilih di KBRI KL
Foto: LBMIMY
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Ratusan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kuala Lumpur, Malaysia yang semula dijadwalkan tersebar di berbagai kawasan dipangkas jumlahnya menjadi hanya tiga lokasi, yaitu di KBRI Kuala Lumpur, Wisma Duta, dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.

Akibatnya, warga Indonesia yang ingin menyalurkan hak suara dalam Pemilu 2019 membeludak di lokasi pemungutan suara.

Sekretaris Tim Kampanye Luar Negeri (TKLN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Malaysia, Dato' M Zainul Arifin mengatakan, hingga pukul 13.20 antrean pemilih di KBRI Kuala Lumpur masih membeludak.

“Karena adanya penghapusan 255 TPS itu, pemilih jadi menumpuk di KBRI sehingga menyebabkan antrean panjang dan rawan terjadi kericuhan,” kata Zainul kepada LiputanBMI, Minggu (14/4).

Pantauan LiputanBMI, antrean panjang pemilih juga terjadi di dua lokasi TPS lainnya yaitu di Wisma Duta dan Sekolah Indonesia KL.

"Pertemuan sore kemarin dengan ketua PPLN KL tidak ada penjelasan mengenai perubahan TPS sehingga kami tidak tahu dan kami terkejut ternyata diubah menjadi 3 TPS," ujar Zainul yang juga Caleg DPR RI Dapil Jakarta 2 dari PPP.

TKLN berharap penghapusan 255 TPS ini bukan merupakan upaya PPLN KL untuk mengalihkan isu surat suara tercoblos di Bangi dan Kajang.

"Kami meyakini akan terjadi gerakan golput yang besar di Malaysia karena juga berdampak kepada pemilih yang ada di negeri lain seperti, Penang, Perlis, Perak, Johor, Melaka, Negeri Sembilan, Pahang, Sabah dan Serawak," ucapnya.

(FK, 14/04)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh