Berita > Seputar TKI
Setahun Hilang Kontak, Istri PMI Ini Susul Suami ke Taiwan
07 Apr 2019 21:58:12 WIB | Hani Tw | dibaca 1891
Ket: Pekerja Migran
Foto: LBMITW
Yilan, LiputanBMI - Seorang pekerja migran Indonesia asal Pemalang, SJ (38) bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di I-Lan, Taiwan yang dikabarkan selama setahun tidak menghubungi istri dan anaknya, ternyata sudah mempunyai perempuan lain.

Menurut penuturan sang istri AZ kepada LiputanBMI, Minggu (7/4/2019) melalui pesan singkat, suaminya berangkat ke Taiwan melalui PJTKI Muara Mas Global Jakarta sebagai ABK di Taiwan, meninggalkan istri dan anak yang baru berumur tiga bulan.

“Ceritanya saat suami saya berangkat ke Taiwan tahun 2017 anak saya masih berusia tiga bulan dan awal tahun 2018 saya kehilangan kontak sampai sekarang, "jelasnya.

Sebagai istri AZ mengaku sedih dikala sang buah hati menanyakan kepulangan ayahnya. AZ sempat putus asa tidak juga mendapatkan informasi tentang keberadaan dan nasib suaminya. Kemudian ia memutuskan menjadi PMI, dengan tujuan menyusul dan mencari suaminya ke Taiwan, berharap ia mendapatkan informasi serta bisa menemukan suaminya kembali.

Selama sebulan AZ bekerja di Taiwan, ia terus mencari informasi tentang keberadaan suaminya. Awal bulan April, ia mencoba memposting di Facebook group PMI Taiwan dengan harapan bisa menemukan suaminya. Ada salah satu PMI yang menulis di komentar kalau suaminya sudah punya perempuan lain.

Sebagai seorang istri, AZ berusaha meyakinkan kebenaran kabar tersebut. Tanpa disangkanya, ternyata suaminya benar selingkuh dengan perempuan lain, bahkan wanita yang disebut sebagai selingkuhan SJ menyuruh AZ meninggalkan suaminya.

"Dan perempuan itu mengancam saya, kalau saya masih menghubungi suamiku, dia akan melukai suami saya, "ungkapnya.

Dalam kesedihan dan kepasrahan AZ hanya berpesan sekaligus mengharap pada suaminya SJ supaya mau menelpon dia dan orang tuanya untuk terakhir kali juga menelpon mertuanya (orang tua SJ).

"Tolong suruh telpon terakhir ke saya dan ke orang tua saya juga orang tuanya dia, "pungkasnya.
(HNI, 07/04)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh