Berita > Seputar TKI
Divonis Kanker Paru-paru, PMI Ini Tidak Mau Meninggal di Taiwan
02 Apr 2019 22:59:57 WIB | Hani Tw | dibaca 3176
Ket: Keadaan Tya ketika masih sehat, ketika melawan penyakit kanker paru- paru dan selama masa penyembuhan
Foto: Dokumen TCESIA
Taipei, LiputanBMI - Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) dengan nama panggilan Tya divonis menderita kanker paru-paru stadium 4 dan sekarang masih dirawat di National Taiwan University Hospital (RS Daita), Taipei City sejak pertengahan Februari lalu.

Seperti dijelaskan oleh Loueis Huang kepada LiputanBMI (2/4/2019), pada akhir Januari lalu awalnya Tya merasakan rasa nyeri punggung, majikan membawanya ke RS Mackay, Taipei City. Akan tetapi dari hasil pemeriksaan dokter tidak ditemukan adanya penyakit apapun dalam tubuh Tya.

Masih menurut Louies, selang beberapa hari kemudian, penyakit Tya kambuh lagi. Agensi kemudian membawanya ke RS Daita. Setelah melalui pemeriksaan darah dokter mengatakan kalau Tya mengidap penyakit kanker paru-paru stadium 4 dan harus menjalani operasi.

Mendengar hal itu Tya seakan tidak mempercayainya, ia tidak bisa menerima kenyataan dan langsung menangis sambil mengatakan kepada agensinya kalau ia tidak mau meninggal di Taiwan.

Sementara itu agensi dan majikan Tya selalu memberi semangat hidup kepada Tya dalam memperjuangkan kesembuhan penyakitnya. Tak jarang agensi Tya yang bernama Miss. Hwang, sebelum menjenguknya, ia menangis dulu di mobil supaya ketika berhadapan dengan Tya bisa tersenyum.

Menurut Miss. Hwang, hubungannya dengan Tya sudah seperti saudara. Selain ia sendiri yang menjaga Tya selama pasca operasi akhir Februari lalu, kakaknya Tya dari Indonesia juga didatangkan untuk membantu merawatnya. Saat ini keadaan Tya sudah berangsur-angsur membaik, tinggal menunggu izin dari dokter untuk bisa pulang ke Indonesia.

Adapun asosiasi agensi kota Taoyuan, Louies mengatakan, mereka telah berhasil mengumpulkan penggalangan dana sebesar NTD 70.000 lebih, yang digunakan untuk membantu meringakan beban biaya Tya selama di RS dan keluarganya.

Dalam kesempatan lain, ketua asosiasi agensi kota Taoyuan, Hwang Huang Yi-jie(黃杲傑) menghimbau semua agensi Taiwan supaya mengurus pekerja migran secara baik-baik dan mendirikan badan amal untuk membantu mereka yang mengalami kesulitan. Huang Yijie juga menghimbau bahwa jika ada pekerja migran yang diperlakukan dengan tidak semestinya, agensi bisa mengadukan kepada asosiasi tersebut dan juga harus bisa melindungi hak-hak pekerja migran.
(HNI, 02/04)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh