Berita > Seputar TKI
Bebasnya Siti Aisyah adalah Puncak dari Proses Panjang Upaya Pemerintah RI
11 Mar 2019 21:25:21 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 545
Ket: Siti Aisyah (kiri) dan pejabat pemerintah RI yang datang ke persidangan
Foto: FP KBRI KL
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Bebasnya Siti Aisyah adalah puncak dari proses panjang upaya Pemerintah Indonesia untuk membebaskan wanita berusia 27 tahun itu dari ancaman hukuman mati akibat dakwaan keterlibatan dalam kasus pembunuhan seorang warga Korea Utara di Malaysia pada 13 Februari 2017 lalu.

Seperti disebutkan dalam siaran pers KBRI Kuala Lumpur, Senin (11/3), sejak Siti Aisyah ditangkap, presiden telah meminta dilakukan koordinasi antara Menlu, Menkumham, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN dalam rangka memberikan pembelaan dan mengupayakan pembebasan Siti Aisyah.

Sejalan dengan arahan presiden tersebut, isu ini selalu diangkat dalam setiap pertemuan bilateral Indonesia – Malaysia, baik pada tingkat presiden, wakil presiden maupun pertemuan reguler tingkat menteri. Isu ini juga dibahas dalam pertemuan terakhir antara Presiden Indonesia dengan Perdana Menteri Malaysia pada Juni 2018 lalu di Bogor.

Sesuai dengan mekanisme kerja sama bilateral di bidang penegakan hukum, proses akhir pembebasan Siti Aisyah dilakukan melalui mekanisme Bantuan Hukum Timbal Balik (Mutual Legal Assistance). Dalam hal ini, Menteri Hukum dan HAM bertindak sebagai Otoritas Pusat (Central Authority).

Baca: KBRI Kuala Lumpur Langsung Pulangkan Siti Aisyah ke Indonesia

Siti Aisyah ditangkap pada tanggal 15 Februari 2017 di Hotel Flamingo, Ampang . Pemerintah RI melalui KBRI Kuala Lumpur telah menunjuk tujuh orang pengacara profesional dari Kantor Pengacara Gooi & Azura untuk memberikan pembelaan dan pendampingan bagi Siti Aisyah.

Pemerintah RI juga membentuk tim lintas kementerian untuk mendukung pengacara dalam mengumpulkan bukti dan saksi yang relevan bagi pembelaan Siti Aisyah di pengadilan.

Pada tanggal 11 Maret 2019, Duta Besar RI untuk Malaysia didampingi oleh Dirjen Administrasi Hukum Umum Kemenkumham serta Direktur Perlindungan WNI Kemenlu menghadiri persidangan Siti Aisyah di Mahkamah Tinggi Shah Alam, Selangor, Malaysia.

Dalam persidangan tersebut, jaksa menyatakan penghentian tuntutan. Dengan pernyataan itu, Siti Aisyah dengan sendirinya dibebaskan dari tuntutan dalam kasus ini. Selanjutnya, KBRI Kuala Lumpur mengurus kepulangan Siti Aisyah ke Tanah Air.

Senin (11/3/2019) sore sekitar pukul 16.15 waktu Malaysia, Siti Aisyah telah diterbangkan ke Indonesia.



(FK, 11/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh