Berita > Komunitas
Kampanye Kemanusiaan, BAZNAS Gandeng SBMI Wonosobo Rilis Film Layar Lebar
31 Jan 2019 00:50:37 WIB | Juwarih | dibaca 1101
Ket: Kiri, cover film 'Iman di Pangkuan Sang Fakir'. Kanan, konferensi pers BAZNAS dan SBMI Wonosobo di Restoran Penyetan Cok Tanjung Plaza II, Lantai 2, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, pada Rabu 30 Januari 2019.
Foto: BAZNAS dan SBMI Wonosobo
Nasional, LiputanBMI - Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kemanusiaan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggandeng Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Wonosobo merilis sebuah film layar lebar berjudul 'Iman di Pangkuan Sang Fakir'.

Sebagaimana disampaikan pada konferensi pers BAZNAS dan SBMI Wonosobo di Restoran Penyetan Cok Tanjung Plaza II, Lantai 2, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, pada Rabu 30 Januari 2019.

Film 'Iman di Pangkuan Sang Fakir' ini menceritakan perjuangan seorang anak bernama Iman dalam menjalani kehidupannya yang sangat serba kekurangan.

Dalam kondisi kehidupan serba sulit banyak orang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang bukan menjadi haknya. Hanya kekuatan Iman yang mampu membawa diri keluar dari kubangan kemiskinan.

Kepala Divisi Retail BAZNAS, Fitriansyah Agus Setiawan berharap, film yang mengangkat pesan kemanusiaan ini menjadi cara baru BAZNAS dalam menyampaikan pesan kepedulian dengan menampilkan kondisi nyata masyarakat.

"BAZNAS berharap, dalam situasi apapun masyarakat dapat menularkan energi baik dan sikap positifnya," ucap Fitriansyah Agus Setiawan.

Fitriansyah memaparkan, film berdurasi satu jam 38 detik ini diproduseri oleh Maizidah Salas dan disutradarai oleh Gatot Sunarya. Sedangkan “Iman” dewasa diperankan oleh Afrian Aris Andi, seorang guru di salah satu sekolah menengah atas (SMA) swasta di Surabaya.

Sementara itu ketua SBMI Wonosobo, Maizidah Salas mengatakan, film 'Iman di Pangkuan Sang Fakir' juga menjadi bukti kreativitas para pekerja migran Indonesia maupun purna PMI untuk dapat berkarya di negeri sendiri.

"Banyak cerita kemiskinan yang nyata sehingga perlu terus diangkat untuk menjadi pemantik semangat kita dalam membantu mereka untuk berbuat baik," kata Maizidah Salas.

Dalam film ini juga, kata Salas menampilkan risiko jerat rentenir yang menimpa masyarakat miskin karena banyaknya kebutuhan hidup yang membut rentenir menjadi solusi fatamorgana untuk menyiasati segala keterbatasan mereka (masyarakat miskin.red) agar tetap dapat bertahan hidup.

"Rantai kemiskinan menjadi makin sulit terputus, dan merembet pada persoalan mental yang turut menjadi "miskin" karena terdesak sana-sini," katanya.

Salas berharap film ini dapat mengingatkan masyarakat miskin untuk tidak putus asa dan menjadi bagian dari solusi akan kesulitan masyarakat, baik materi maupun permasalahan lainnya.

"Film ini semoga dapat memotivasi masyarakat luas agar mampu bangkit dari kemiskinan yang sedang dialaminya," pungkasnya.

Film 'Iman di Pangkuan Sang Fakir' dijadwalkan akan tayang perdana di Bioskop XXI Episentrum, Jakarta Selatan pada Rabu 6 Februari 2019 mendatang.

(JWR, 31/01)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh