Berita > Seputar TKI
Warga Lumajang yang Telantar di Malaysia Ternyata Korban Penipuan Agen
06 Jan 2019 19:53:44 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 3001
Ket: Sukitri ketika menunggu (alm) suaminya
Foto: Rahayu/LBMIMY
Kuala Lumpur, LiputanBMI - “Kami sebenarnya sudah merencanakan akan pulang dengan membayar kompaun ketika suami masih bisa berjalan. Kami sudah membayar sekitar RM 6,000 (enam ribu ringgit) untuk dua orang, tapi agen yang berjanji akan menguruskan dokumen untuk pulang itu malah menghilang.”

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Sukitri (53), istri almarhum Sobiri, warga Lumajang, Jawa Timur yang sebelumnya diberitakan telantar dalam keadaan sakit di Malaysia dan telah meninggal dunia, Sabtu (5/1) kemarin.

Baca: Warga Lumajang yang Telantar di Malaysia Telah Meninggal Dunia

Kepada LiputanBMI Sukitri mengaku sudah empat tahun bekerja di Malaysia bersama suaminya. Selama itu pula, ia dan suaminya berstatus tak berdokumen resmi.

Ketika suaminya jatuh sakit, kata Sukitri, mereka bermaksud pulang kampung dengan cara meminta tolong kepada seseorang (agen) yang katanya bisa membantu menguruskan dokumen bagi PMI tak berdokumen yang ingin pulang.

Sialnya, hingga beberapa bulan berlalu, mereka berdua tak uruskan dokumen kepulangan. Bahkan, orang yang berjanji akan membantu tersebut malah menghilang.

“Saya terpaksa bekerja sendirian untuk mengumpulkan uang lagi agar bisa pulang. Tapi suami saya sakitnya tambah parah dan kami terpaksa tinggal di ruangan kosong di masjid ini hingga suami saya meninggal,” kata Sukitri ketika dikonfirmasi LiputanBMI, Minggu (6/1).

Kini setelah suaminya meninggal, Sukitri berencana untuk pulang ke kampung halamannya Dusun Pancut RT 11/RW 06, Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Lumajang meski masih menunggu biaya untuk bayar kompaun dan beli tiket.
(FK, 06/01)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh