Berita > Seputar TKI
Butuh Uluran Tangan, Warga Lumajang Telantar di Malaysia Dalam Kondisi Sakit
03 Jan 2019 21:30:25 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 3776
Ket: Sobiri dan istrinya
Foto: Rahayu
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Nasib malang dialami warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur di negeri jiran Malaysia. Dalam kondisi sakit stroke, lelaki bernama Sobiri tersebut tergolek lemah di salah satu ruangan sebuah masjid di Taman Sentosa, Klang, Selangor.

Selama beberapa bulan, Sobiri yang berasal dari Dusun Pancut RT 11/RW 06, Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Lumajang tinggal di tempat itu ditemani istrinya, Sukitri. Untuk bertahan hidup, mereka berdua hanya bisa berharap dari belas kasihan orang kampung yang bersimpati.

“Kondisinya sangat lemah dan memprihatinkan. Bahkan, Pak Sobiri sudah tidak bisa makan. Yang bisa dilakukan istrinya hanya memberinya susu. Itu pun dimasukkan dengan selang,” kata Rahayu, WNI asal Pangandaran, Jawa Barat yang menikah dengan warga Malaysia dan tinggal di Taman Sentosa.

Menurut Rahayu, pihak keluarga di Lumajang sudah mengetahui kondisi Sobiri dan berharap agar Sobiri dan istrinya bisa dipulangkan.

Namun , karena faktor ekonomi yang pas-pasan, pihak keluarga tidak bisa membantu biaya untuk memulangkan mereka berdua. Apalagi, kondisi Sobiri sudah sangat lemah dan tidak mungkin bisa melakukan perjalanan jauh dengan pesawat terbang.

“Kami memang sedang berupaya agar bisa memulangkan beliau, tapi untuk duduk saja Pak Sobiri sudah tidak mampu. Bagaimana mungkin bisa pulang dengan naik pesawat?” ungkap Rahayu yang sudah beberapa kali menjenguk Sobiri.

Untuk itu, lanjutnya, saat ini yang dibutuhkan adalah biaya perawatan agar Sobiri bisa sehat dan bisa dipulangkan. Kalau dibawa ke rumah sakit, kata Rahayu, tentu akan lebih banyak lagi biaya yang dibutuhkan.

“Kalau dibawa ke hospital, siapa yang menanggung biayanya? Saat ini yang dibutuhkan adalah biaya perawatan, termasuk beli susu, pamprers dan beli selang ke hospital untuk memasukkan susu agar Pak Sobiri bisa bertahan hidup dan kita berharap beliau bisa sehat sehingga bisa dipulangkan,” jelasnya.

Dengan pemberitaan ini Rahayu berharap ada pembaca yang bersimpati dan sudi menyisihkan rezeki untuk membantu meringankan penderitaan Sobiri.

“Mohon kepada saudara-saudaraku yang membaca berita ini, yang bersimpati dan berhasrat untuk membantu meringankan penderitaan Pak Sobiri, silakan datang ke Taman Sentosa, Klang atau bisa menghubungi nomor telepon/WA saya +60163530198 ,” pungkas Rahayu.

(FK, 03/01)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh