Berita > Seputar TKI
Pemeriksaan di Bandara Taiwan Ketat, PMI Bawa Petai Kena Denda NTD 3000
28 Dec 2018 05:10:00 WIB | Yully Agyl | dibaca 5097
Ket: Petugas bandara Touyen melakukan penggeledahan.
Foto: Ety
Taipei, LiputanBMI - Penggeledahan, penyitaan barang, hingga denda atas barang yang dibawa para pendatang ke Taiwan, bukanlah gertak sambal. Polisi bandara dibantu anjing pelacak tidak hanya memeriksa barang-barang para pelancong, tetapi juga barang milik para pekerja migran.

Seperti yang dialami Ety Purwanti, pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Taiwan pada Kamis (27/12/2018). Dia harus membayar NTD 3000 (setara Rp 1,4 juta) untuk bisa meloloskan petai bawaannya.

"Ya terpaksa harus bayar NTD 3000, daripada petainya dibuang. Banyak bawaan teman-teman yang terpaksa harus disita dan dibuang karena dendanya terlalu banyak. Pokoknya, pilihannya hanya bayar denda atau buang," ungkap Ety kepada LiputanBMI, Kamis (27/12).

Setahu Ety ketika masih di Bandara Touyen, banyak sekali barang-barang bawaan teman-teman PMI yang disita dan dibuang, dari makanan kering yang mengandung daging, makanan kaleng hingga petai. Sebagian besar dari pemilik barang memilih disita barangnya dari pada membayar denda yang tidak sedikit.

" Ada yang membawa makanan kaleng diberitahu dendanya NTD 50.000. Terus ada yang bawa dendeng daging sapi dan petai, suruh bayar NTD 13.000 barang boleh lolos atau tidak bayar barang dibuang, dan mbak yang punya barang milih dibuang aja. Padahal, katanya di bandara Soeta dia sudah kena denda Rp 400 ribu. Benar-benar ketat dan teman-teman harus hati-hati," jelasnya.

Akhir-akhir ini, pemerintah Taiwan memperketat pemeriksaan bahkan tak segan-segan menyita dan menjatuhkan denda yang tidak sedikit bila diketahui membawa daging dalam bentuk apa pun. Hal ini dilakukan dalam upaya pencegahan masuknya wabah demam babi Afrika (ASF) ke Taiwan.
Untuk menghindari disitanya barang bawaan atau risiko didenda lebih baik mematuhi peraturan yang ada.
(YLA, 28/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh