Berita > Komunitas
Hadir di Milad BMI-SA, Nusron Wahid: Kehadiran Ormas Penting Untuk Bantu Persoalan PMI
23 Dec 2018 05:04:02 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 606
Ket: Nusron Wahid saat memberikan sambutan di hari jadi BMI-SA
Foto: LBMI
Jeddah, LiputanBMI - Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid menilai kehadiran organisasi masyarakat (ormas) di luar negeri dapat membantu pemerintah dalam mengadvokasi kasus pekerja migran. Hal itu dikatakan Nusron saat menghadiri perayaan hari jadi Buruh Migran Indonesia Saudi Arabia (BMI-SA) ke-5 di Jeddah, Sabtu (22/12/2018) dini hari.

"Pemerintah tidak marah kalau dikritik. Kehadiran BMI-SA sangat penting untuk membantu persoalan PMI. Karena tangannya pemerintah di luar negeri terbatas., maka membutuhkan banyak pihak dalam rangka agar bisa memberikan perubahan supaya negera hadir, negara mampu memberikan solusi atas persoalan-persoalan PMI," ujarnya.

Nusron juga mengemukakan alasan pemerintah mengganti istilah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi Pekerja Migran Indonesia. Menurutnya istilah TKI identik dengan masa lalu suram.

"Jadi dalam undang-undang yang sekarang istilahnya bukan TKI. Kalau TKI itu identik dengan masa lalu suram, kita ingin menatap masa depan yang cerah, lebih sejahtera dan lebih makmur. Untuk itu namanya kita ganti menjadi pekerja migran Indonesia. Nama pekerja itu kesannya luas," imbuhnya.

Kehadiran Nusron yang juga didampingi Konsul Naker KJRI Jeddah, Mochamad Yusuf sekaligus menjadi ajang silaturahmi pekerja migran Indonesia di Jeddah, perwakilan 27 ormas, komunitas dan partai politik yang hadir dalam acara tersebut.

Sementara itu Ketua DPWLN BMI-SA periode 2014-2018, Adi Permana dalam sambutannya menyorot maraknya persoalan PMI unprosedural yang masuk ke Arab Saudi pasca diberlakukannya moratorium sejak 2011.

Menurutnya roadmap 2017 zero PLRT yang dicanangkan pemerintah belum menjadi solusi. Dia juga berharap pemerintah dapat segera merealisasikan amanat UU Nomor 18 tahun 2017 untuk meciptakan migrasi yang aman dan manusiawi bagi pekerja migran.

(IYD, 23/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh