Berita > Ekosospol
300 TKA Perusahaan Motech Taiwan Terancam PHK Pada Akhir Januari 2019
02 Dec 2018 09:46:17 WIB | Yully Agyl | dibaca 1446
Ket: Perusahaan Motech Taiwan
Foto: CNA
Taipei, LiputanBMI - Di tengah melemahnya permintaan global, Motech Industries Inc. berencana untuk mem-PHK lebih dari 900 pekerja pada 28 Januari 2019 mendatang.

Keputusan ini merupakan kelanjutan dari upaya perampingan perusahaan setelah mengumumkan pemberhentian 60 pekerja atau sekitar 2% dari tenaga kerjanya pada bulan September. Karena tantangan yang dihadapi industri surya ini, pengumuman sebelumnya pada bulan yang sama, akan mengakhiri kontrak kerja dari 300 pekerja migran.

Sebagaimana dilansir CNA, Sabtu (30/11/2018), dalam rencana PHK terbaru, Motech akan membuat 916 pekerja menganggur, termasuk 588 di pabrik Taoyuan yang akan ditutup. Sementara 328 sisanya bekerja di basis produksi lain di sekitar Taiwan.

Perusahaan memperkirakan bahwa rencana perampingan yang baru diumumkan akan mempengaruhi sekitar 30% dari total tenaga kerja Motech. Motech telah berusaha untuk merestrukturisasi operasinya selama enam bulan terakhir, dengan menggeser kapasitas produksi ke sel surya kinerja tinggi dan modul sel surya, sehingga menargetkan ceruk pasar pada saat pasar global melemah.

Fokus saat ini adalah menggulirkan produk berkualitas lebih tinggi daripada memperluas produksi, tenaga kerja yang ada terlalu besar sehingga PHK menjadi tak terelakkan.
Motech menyampaikan bahwa perusahaan berterima kasih atas kontribusi yang dibuat oleh karyawannya dan PHK akan dilakukan sesuai dengan hukum perburuhan setempat serta berjanji untuk membantu pekerja yang terkena dampak untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Adapun 588 pekerja di pabrik Motech Taoyuan, Departemen Tenaga Kerja Pemerintah Kota Taoyuan mengatakan telah mengirim personilnya untuk membantu pekerja yang terkena dampak dan memantau bagaimana perusahaan menerapkan rencana PHK, termasuk negosiasi dengan pekerja dan kompensasi, dalam upaya untuk memastikan hak karyawan dilindungi.

Pihak Motech mengatakan setelah restrukturisasi, situasi keuangannya telah membaik. Menurut Bursa Efek Taiwan, total utang perusahaan pada 30 September 2018 mencapai NTD 14,08 miliar (USD 456 juta), dibandingkan dengan NTD 19,02 miliar pada 31 Desember 2017.
Namun, Motech masih berada di posisi merah di tengah meningkatnya persaingan di pasar global.

Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, Motech mengeluarkan NTD 8,25 dalam kerugian per saham, dibandingkan dengan NTD 4,05 selama periode yang sama tahun lalu. Pada 2017, kerugian per saham perusahaan mencapai NTD 5,92 setelah hanya NTD 1,86 pada tahun 2016.

(YLA, 02/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh