Berita > Seputar TKI
Imigrasi Malaysia Berhasil Selamatkan 5 Wanita Indonesia Korban Perdagangan Manusia
28 Nov 2018 21:44:12 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 963
Ket: Meor Hezbullah menunjukkan resit-resit yang digunakan oleh satu sindiket pemerdagangan orang dan eksploitasi korban
Foto: Sinar Harian/Bernama
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) Pulau Pinang berhasil menumpas sindikat perdagangan manusia dengan menahan dua warga lokal dan berhasil menyelamatkan lima wanita Indonesia dalam beberapa penggerebekan di Pinang dan Kedah, Selasa (27/11) kemarin.

Direktur JIM Pulau Pinang, Meor Hezbullah Meor Abdul Malik berkata, berdasarkan penyelidikan intelejen sejak sebulan lalu, pihaknya melakukan penggerebekan sebuah rumah di Butterworth, Pulau Pinang pukul 7.30 pagi kemarin dan menahan seorang wanita warga lokal berusia 37 tahun yang diduga merupakan anggota sindikat.

"Setelah penangkapan wanita tersebut, Tim Imigrasi Pulau Pinang menyerbu sebuah rumah di Sungai Petani, Kedah dan menahan seorang pria berusia 48 tahun yang merupakan dalang utama sindikat itu,” kata Meor Hezbullah seperti dilansir Sinar Harian, Rabu (28/11).

Setelah itu, lanjutnya, JIM Pulau Pinang berhasil menyelamatkan lima wanita Indonesia berusia 20 hingga 26 tahun yang dieksploitasi untuk bekerja sebagai pekerja rumah harian di sebuah rumah di Butterworth.

Ketika itu, lima wanita Indonesia tersebut sedang bersiap-siap untuk diantar ke tempat kerja mereka yaitu rumah-rumah pelanggan sindikat itu.

Lebih lanjut Meor Hezbullah menjelaskan, para wanita Indonesia yang diselamatkan mengatakan bahwa mereka dipekerjakan sebagai pekerja harian hingga 12 jam sehari, tetapi tidak dibayar gaji dan hanya diberi tempat tinggal dan makanan.

Lima wanita itu telah berada di Malaysia selama lima bulan terakhir dan harus bekerja setiap hari tanpa izin dan tidak diizinkan menggunakan telepon untuk menghubungi anggota keluarga mereka.

Mereka dibawa masuk melalui Johor dengan menggunakan visa kunjungan sosial sebelum dibawa ke sebuah rumah di Sungai Petani, Kedah. Semua dokumen perjalanan disimpan majikan dan mereka diancam jika mencoba melarikan diri atau memberitahu siapa pun, semua dokumen perjalanan dan barang pribadi milik mereka akan dibakar.

Meor Hezbullah juga mengatakan, pihaknya telah menyita enam paspor milik wanita Indonesia, uang tunai sebanyak RM465, tiga buah ponsel, kartu bank, kartu kredit serta berbagai peralatan untuk pembersihan rumah dan kantor.

"Semua korban selamat diberi perintah perlindungan sementara, sedangkan dua warga lokal yang ditahan dikembalikan dan diusut berdasarkan Undang-Undang Anti-Perdagangan Orang dan Anti-Penyelundupan Migran 2007 dan Undang-undang Anti Pencucian Uang, Pencegahan, Pendanaan Terorisme, dan Pendapatan dari Kegiatan Haram 2001," pungkasnya. -
Pu
(FK, 28/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh