Berita > Seputar TKI
Inilah 7 PMI Yang Bebas Dari Hukuman Mati di Arab Saudi Dalam Waktu Dua Setengan Tahun Terakhir
07 Nov 2018 01:05:50 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 454
Ket: Tujuh TKI yang terbebas dari hukuman mati di Arab Saudi dalam kurun waktu 2,5 tahun terakhir
Foto: Detikcom
Riyadh, LiputanBMI - Ada tujuh pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi yang bebas dari hukuman mati atas usaha keras dari KBRI Riyadh.

Selama 2,5 tahun bertugas sebagai Dubes RI untuk Arab Saudi dan Wakil Tetap RI di OKI, Agus Maftuh Abegebriel berhasil membebaskan tujuh TKI dari eksekusi mati.

Sumiyati dan Masani

Asal : Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
Ditangkap: tahun 2014.
Tuduhan: bersekongkol membunuh majikan dan menyantet anak majikannya.
Tuntutan: hukuman mati (qishas)
Vonis: pada persidangan tahun 2017 dibebaskan, karena ada anggota keluarga yang mencabut tuntutan.

Tohirin & Nurnengsih

Asal: Indramayu, Jawa Barat
Ditahan: sejak tanggal 28 Desember tahun 2015.
Tuduhan: melakukan sihir kepada kepada istri majikan dan keluarganya.
Tuntutan: hukuman mati (qishas)
Vonis: bebas pada Mei 2016 dan November 2016.

Nurkayah

Asal : Karawang, Jawa Barat
Ditahan: sejak Mei 2010
Tuduhan: pembunuhan berencana terhadap bayi berumur 3 bulan (anak majikannya)
Tuntutan: hukuman mati
Vonis: bebas Mei 2018

Masamah

Asal : Buntet, Cirebon, Jawa Barat
Ditangkap: tahun 2009
Tuduhan: membunuh bayi berumur 11 bulan (anak majikannya)
Tuntutan: hukuman mati
Vonis: bebas karena tak cukup bukti, 13 Maret 2017

Jama’ah

Asal : Ketapang, Kalimantan Barat
Ditangkap: 3 Februari 2010
Tuduhan: melakukan sihir yang membuat anak majikannya lumpuh
Tuntutan: ganti rugi 1.080.000 Riyal (setara Rp. 3,8 milyar), lalu hukuman mati.
Vonis: pada sidang ke-18 (12/9/2018), pengadilan membebaskan Jama’ah.

(Sumber: Detikcom)

(JWD, 07/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh