Berita > Seputar TKI
Diduga Lakukan Aktivitas Ajaran Sesat, 20 WNI Ditangkap Polisi Malaysia
24 Oct 2018 22:25:27 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 6296
Ket: WNI yang ditangkap polisi Malaysia
Foto: utusan.com.my
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Sebanyak 20 WNI, empat di antaranya wanita, telah ditangkap polisi Malaysia karena berbagai pelanggaran termasuk diyakini terlibat dengan organisasi seni bela diri dari Indonesia dan melakukan aktivitas pemujaan yang melanggar syariat Islam.

Komandan Pasukan Gerakan Am (PGA) Briged Tengah, Senior Asisten Komisioner Abdul Ghani Mohamad Ji mengatakan, 20 WNI tersebut ditangkap dan ditahan dalam sebuah operasi di Tanjung Sepat, Bagan Lalang, Selangor, Senin (22/10).

Dalam penggerebekan pada pukul 5 sore itu sebanyak 18 anggota PGA menyerbu Ladang Tumbuk bersebelahan sebuah kandang babi dan menemukan tempat tersebut dijadikan pusat perkembangan kegiatan Silat IKS PI Kera Sakti.

"Sewaktu pemeriksaan, sekelompok orang Indonesia itu berada dalam kondisi yang mencurigakan. Dalam penyelidikan awal diketahui bahwa tersangka terlibat dengan kegiatan seni bela diri ilegal dan diyakini sesat, "kata Abdul Ghani seperti dilansir Utusan Malaysia, Selasa (23/10).

Abdul Ghani mengatakan, ketika penggerebekan dilakukan, mereka sedang melakukan semacam pemujaan dengan beberapa persembahan seperti beras ketan kuning, buah-buahan dan hewan panggang dan bahkan berdzikir dengan menggunakan kalimat yang tidak pernah terdengar.

"Selain itu, tempat ini juga dijadikan tempat transit Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) serta digunakan sebagai lokasi kegiatan seni bela diri dalam beberapa bulan terakhir," katanya.

Dari 20 WNI yang ditangkap, 11 di antaranya tidak memiliki dokumen yang sah (undocumented).

Abdul Ghani menambahkan, dalam penggerebekan tersebut telah disita dua buah sepeda motor, delapan bengkung warna merah berisi ayat al-Quran, 23 topi bordir 'Pasker 1980', enam lambang organisasi IKS PI Kera Sakti, 26 gegantung, 14 baju seragam, 24 sampul merah, 26 buku pelajaran Kera Sakti, dan 20 batang lilin kecil berwarna merah.

"Kasus ini diselidiki dibawah Akta Imigresen 1959/63 dan Akta Pertubuhan 1966 karena diduga terlibat dengan organisasi ilegal dan diyakini mengamalkan ajaran yang menyimpang serta melakukan pemujaan berdasarkan barang-barang rampasan. Semua tersangka dan barang rampasan telah diserahkan ke tim penyidik kepolisian Kuala Langat,” katanya.

(FK, 24/10)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh