Berita > Seputar TKI
Datin Rozita Menghilang, Petisi Tuntut Hukuman Setimpal Dapat 70.000 Lebih Tanda Tangan
22 Mar 2018 19:11:07 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1500
Ket: Datin Rozita Mohamad Ali (kiri) bersama pengacaranya
Foto: change.org
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Meskipun majikan penyiksa Suyanti dilaporkan menghilang dan tidak hadir pada sidang peninjauan kembali di Mahkamah Tinggi Shah Alam, Rabu (21/3) kemarin, petisi di situs change.org yang menuntut agar perempuan bergelar Datin tersebut dihukum setimpal masih terus mendapat dukungan.

Berdasarkan pantauan LiputanBMI, hingga Kamis (22/3) pukul 19.51 waktu Malaysia, petisi yang dimulai Sabtu (17/3) lalu oleh sebuah kelompok yang menamakan dirinya Equaljustice ForMalaysians itu sudah mendapat 70.416 tanda tangan.

Para netizen yang menandatangani petisi tersebut menumpahkan rasa kecewa dan menuntut keadilan sama rata tanpa memandang pangkat dan harta terdakwa.

Seperti yang ditulis oleh Lauren Choo, “This action done by the Datin is inhumane and she should she ashamed to even show her face around or even call herself a human. Not even an animal acts like this. She belongs in the jail behind the bars. We will see who's bigger then in the jail. No money can save her sorry ass.”

(Tindakan yang dilakukan oleh Datin ini tidak manusiawi dan harusnya dia malu untuk menunjukkan wajahnya atau bahkan menyebut dirinya manusia. Hewan pun tidak berbuat seperti ini. Dia sepatutnya berada di balik jeruji penjara. Kita akan melihat siapa yang lebih besar ketika dia di penjara. Tidak ada uang yang bisa menyelamatkannya.)

Komentar senada juga dilontarkan oleh Sayidah Mu'izzah yang menganggap kasus ini adalah masalah kemanusiaan. “Lepaskan sempadan bangsa atau negara. Kemanusiaan harus jadi yang pertama,” tulisnya.

Sementara Siti Norhidayah menuliskan alasan menandatangani petisi ini karena ingin mengingatkan bahwa orang kaya dan uang tidak pernah bisa membeli hukum.

“I'm signing because we need to remind the rich, money can never buy the law,” tulis Siti Norhidayah.

(FK, 22/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh