Berita > Seputar TKI
Agency Taiwan Dianggap Tak Bertanggung Jawab Karena Pulangkan TKI Dalam Kondisi Sakit Parah
18 Mar 2018 02:10:24 WIB | Juwarih | dibaca 2209
Ket: TKI a.n Kameliyah Malik binti Kadnawi saat dirawat di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon
Foto: LBMI
Indramayu, LiputanBMI - Pihak agency dianggap tidak bertanggung jawab terhadap seorang tenaga kerja Indonesia (TKI), Kameliyah Malik binti Kadnawi (31), warga Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu, Jawa Barat karena memulangkan dalam kondisi sakit parah pada 10 Januari 2018 lalu, dari Taiwan.

"Padahal saya minta untuk tidak dipulangkan terlebih dahulu karena saya ingin berobat di rumah sakit Taiwan sebelum saya pulang. Namun pihak agency tidak mau direpotkan sehingga saya dipulangkan ke Indonesia ," keluh Kameliyah, kepada LiputanBMI, pada Sabtu (15/3/2018).

Kameliyah menceritakan dirinya bekerja di Taiwan sejak 9 Maret 2015 hingga dipulangkan sudah 34 bulan dan selama itu empat kali pindah majikan melalui agency yang sama.

"Saya mulai merasakan sakit pada saat bekerja baru dua bulan dimajikan yang ketiga. Kerja 5 bulan hanya diberi gaji 50.000 NT dan pada saat sakit biaya berobat ditanggung sediri," ungkapnya

Pada saat dimajikan terakhir, kondisi kesehatan Kameliyah pun mulai memburuk dan majikannya membawanya ke rumah sakit hendak dirawat. Namun kartu asuransi kesehatan (ARC) yang dimilikinya sudah tidak berlaku, karena majikan tidak bersedia untuk dibebani biaya pengobatan akhirnya mengantarkan Kameliyah ke agency.

Pada saat dibawa ke kantor agency, Kameliyah disuruh untuk berbohong oleh pihak agency jika ditanya alasan kepulangannya oleh pegawai Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei.

"Jika ditanya oleh pegawai KDEI kamu harus menjawab ingin istirahat di rumah jangan bilang kamu sakit ya," ucap Kameliyah menirukan apa yang disampaikan oleh pihak agency kepadanya.

Sementara itu Kadnawi, ayah kandung Kameliyah berharap pihak perekrut bertanggung jawab untuk membantu biaya pengobatan dan mengurus klaim asuransi anaknya.

"Saya berharap pihak PT bisa membantu biaya pengobatan anak saya, selama ini kan biaya kepulangan dan berobat anak saya ditanggung sendiri," harapnya

Perlu diketahui, Kameliyah bekerja ke Taiwan direkrut oleh sponsor bernama Narto, warga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyat, Kabupaten Indramayu, dan diberangkatkan melalui PT Balanta Budi Prima di Jalan Utan Kayu Raya, No. 102, Jakarta Timur.

(JWR, 18/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh