Berita > Opini
TKI di Arab Saudi Dari Dulu Sering Tertipu Calo, Ini Penyebabnya...
05 Mar 2018 16:44:53 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 998
Ket: Ilustrasi
Foto: LBMI
Jeddah, LiputanBMI - TKI sangat rentan menjadi korban kejahatan atau penipuan. Hal ini bisa terjadi baik di dalam maupun di luar negeri. Pun demikian yang terjadi di Arab Saudi.Tanah Suci rupanya bukan sebuah jaminan seseorang untuk tidak melakukan maksiat.

Pada kenyataannya, rentetan kasus penipuan mewarnai kisah perjalanan para pahlawan devisa di negeri petrodollar , terutama menimpa kaum perempuan yang mayoritasnya berstatus overstayer.

WNI/TKI overstayer menjadi lahan basah untuk meraup keuntungan bagi segelintir pihak karena mereka (TKI overstayer) rata-rata mempunyai gaji yang besar.

Para makelar pun bermunculan menawarkan jasa sejenis pengurusan dokumen seperti iqama, paspor, surat nikah dan pulang lewat depan tanpa melalui proses karantina imigrasi.

Kegiatan tersebut sebenarnya tidak masalah jika dilakukan dengan jujur dan tidak merugikan TKI. Namun faktanya masih banyak TKI yang menjadi korban janji harapan palsu. Tentu saja ini merugikan korban karena uang yang didapat dihasilkan dari kerja keras sebagai PRT, bahkan ada yang hasil meminjam dari majikannya dan dipotong gaji setiap bulannya. Sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Lantas, sampai kapankah kasus seperti ini akan berhenti? Jawabannya ada pada diri masing-masing, yaitu membekali diri dengan mencari informasi dari sumber resmi yang dapat dipercaya. Seperti apa yang dikatakan Bang Napi, "Bahwa kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelaku, tapi karena adanya kesempatan".

Penipuan atau percaloan akan terjadi ketika informasi ditutupi dan tidak sampai kepada kita, atau informasi tersebut sudah disediakan perwakilan pemerintah yaitu KBRI/KJRi tapi kita enggan untuk mencari.

Bisa saja informasi tersebut pernah lewat di beranda Facebook tapi kita tidak mau menyempatkan untuk membacanya. Maka yang terpenting adalah jangan malas untuk membaca setiap informasi yang bersumber dari pemerintah.

KIta juga perlu berpikir secara rasional atas apa yang ditawarkan calo, karena calo tidak mempunyai otoritas atau kemampuan untuk membuat dokumen seperti iqama yang menjadi hak penuh Imigrasi Arab Saudi (Jawazat).

Banyak kasus penipuan terjadi disebabkan karena salah memilih orang untuk dijadikan rujukan konsultasi dalam mencari informasi. Usahkan bertanya pada sumber resmi yaitu perwakilan pemerintah.

Selain itu, masih maraknya kasus penipuan karena tidak adanya ketegasan dari pihak perwakilan pemerintah untuk menindak para pelaku hingga tidak adanya efek jera bagi yang lain.

(IYD, 05/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh