Berita > Seputar TKI
Selundupkan Sabu 1.942 Gram Dua TKW Ditangkap di Bandara
10 Jan 2018 19:08:29 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 2730
Ket: Dua TKW penyelundup sabu ditangkap di bandara
Foto: Merdekacom
Nasional, LiputanBMI - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Solo menggagalkan penyelundupan narkotika golongan I jenis methamphetamine (sabu) seberat 1.942 gram yang dikirim melalui Bandara Internasional Adi Soemarmo. Dua tersangka berinisial S (25) alias Sarideh asal Madura dan A (21) alias Almira asal Lombok diamankan beserta sejumlah barang bukti.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Solo Kunto Prasti Trenggono mengatakan, kedua tersangka memiliki paspor dan datang ke Malaysia 3 tahun lalu dalam rangka kunjungan.

"Keduanya ke Malaysia dengan izin kunjungan. Tetapi setelah kita selidiki, ternyata mereka sudah 3 tahun disana dan menjadi tenaga kerja ilegal," ujar Kunto, di Kantor Bea dan Cukai, Jalan Adi Sucipto, Colomadu, Karanganyar, Rabu (10/1).

Kunto menjelaskan, sabu yang dibawa ke Indonesia disembunyikan di dasar kardus karton dan ditutup pampers dan pakaian.

"Ada 2 kardus karton. Kardus ini terdeteksi x-ray di Bandara Adi Soemarmo," jelasnya.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo menambahkan sebelum penangkapan, pihaknya mendapatkan info akan adanya upaya penyelundupan narkotika dari Malaysia ke Solo. Kemudian pada pukul 14.00 bidang pemberantasan BNNP Jateng menuju ke Solo, join operation dengan Bea Cukai Solo, Angkasa Pura hingga Polres Boyolali.

"Kami mendapatkan barang bukti 2 kardus karton yang berisi shabu tersebut yang terdeteksi x-ray bandara.
Pukul 14.35 kami mengawasi terminal kedatangan dan mendapati 2 penumpang mencurigakan, lalu langsung kita tangkap mereka," jelasnya.

Agus mengatakan kedua tersangka mengaku telah mengetahui jika kedua kardus yang mereka bawa tersebut berisi narkotika. Mereka juga mengaku hanya disuruh oleh orang yang tinggal di Malaysia dengan imbalan menjanjikan.

"Kedua tersangka dijanjikan upah Rp 30 juta oleh RZ, warga Indonesia yang tinggal di Malaysia. Narkotika ini akan diedarkan di Jawa Timur lewat jalur darat. Mereka sudah dapat 1 juta untuk biaya operasional, dan akan dijemput di Indonesia untuk mendapatkan pembayaran sisanya," jelasnya.

"Kami akan mendalami kasus penyelundupan ini. Ini jaringan internasional dan akan kami dalami lagi," tandasnya.

Source : Merdekacom
(JWD, 10/01)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh