Berita > Sosok
Sempat Takut Gagal, Mantan TKI Saudi Ini Sukses Usaha Konveksi Beromzet Ratusan Juta
26 Dec 2017 19:36:21 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 6175
Ket: Ridwan Sadili bersama keluarga
Foto: LBMI
Jakarta, LiputanBMI - Rasa takut gagal kerap menghantui mantan TKI yang akan memulai usaha di Indonesia sepulangnya dari perantauan.

Selain modal, faktor pengalaman juga menjadi salah satu pemicu kurangnya rasa percaya diri merintis usaha di negeri sendiri.

Hal itulah yang dialami mantan TKI Arab Saudi, Ridwan Sadili (43) warga Dusun Gunung Batu, Desa Cipta Raharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat saat memutuskan untuk berhenti menjadi TKI.

"Sebelum pulang ke Indonesia saya takut meninggalkan Arab Saudi. Bukan takut tidak makan, tapi takut gagal usaha di Indonesia dan ingin kembali lagi ke Saudi," kata Ridwan saat berbincang degan LiputanBMI, Senin (25/12).

Namun rasa takut tersebut Ia kubur dalam-dalam dengan tekad dan keyakinan. Bermodalkan Rp 15 juta, Ridwan lantas menyewa sebuah tempat di daerah Ciledug, Tanggerang Selatan dan membeli alat-alat konveksi.

"Untuk modal cukup ketir juga, uang 15 juta itu saya belikan 3 mesin jahit dan 1 mesin obras. Sisanya saya pakai untuk bayar bulanan kontrakan," terang pria yang sudah bisa menjahit sebelum berangkat ke Saudi.

Tiga tahun berjalan, pria yang pernah bekerja 7 tahun di kota Jeddah bersama istrinya itu sempat mengalami pasang surut usaha. Bahkan saat order jahitan sepi, Ridwan pernah berniat vakum.

"Dulu saya ingin vakum saat sepi orderan. Tapi berkat dorongan niat dan tekad yang kuat Alhamdulillah bisa seperti sekarang ini," ungkapnya.

Perjalanan Ridwan dalam merintis usaha patut dijadikan contoh. Berkat keuletan dan kesabarannya, Bapak dua anak ini telah mempunyai omzet 120-150 juta perbulannya. Bahkan sejumlah kendaraan pun telah dibelinya hasil dari usaha tersebut.

Pria yang akrab disapa Kang Ewon itu kini telah mengembangkan bisnis konveksi rumahan di Jalan Nurdin 3. No 7. Grogol, Jakarta Barat.

Ridwan dan karyawannya
Ket. foto: Ridwan dan karyawannya
Sumber foto: LBMI




Dibantu 13 karyawan, Ridwan membuat model pakaian berupa gamis, syar'i, blus dan rok batik. Selain memproduksi dan memasarkannya ke toko-toko, perusahaan konveksi yang diberi nama Gith@ Colections juga menerima pesanan dari pelanggan.


Jenis pakaian yang diproduksi Ridwan dan 12 karyawannya
Ket. foto: Jenis pakaian yang diproduksi Ridwan dan 12 karyawannya
Sumber foto: LBMI



"Yang paling penting dalam merintis usaha harus ada skill atau keahlian pada diri kita, didorong dengan tekad, doa, kejujuran serta koneksi sesama teman. Intinya jangan takut gagal." tandasnya.


(IYD, 26/12)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh