Berita > Ekosospol
Soal Pekerja Migran, RI - Malaysia Perlu Ada Kebijakan Saling Melengkapi
02 Dec 2017 16:59:11 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 668
Ket: Alex Ong
Foto: LBMIMY
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Permasalahan pekerja migran adalah persoalan yang cukup rumit karena menyangkut aturan dan perundang-undangan dua negara, baik negara asal maupun negara tujuan.

Malaysia adalah salah satu negara tujuan pekerja migran asal Indonesia dengan permasalahan yang cukup kompleks. Untuk itu, perlu adanya kebijakan dari pemerintah RI dan Malaysia yang sifatnya saling melengkapi.

Pandangan tersebut disampaikan oleh aktivis Migrant Care Malaysia, Alex Ong dalam perbincangan dengan LiputanBMI, Jumat (1/12/2017) di Kuala Lumpur.

“RI dan Malaysia perlu ada kebijakan bilateral saling melengkapi. Bukan unilateral seperti program direct hiring PRT menggunakan journey performed visa yang direkomendasikan pihak Malaysia tanpa ada diskusi dengan pemerintah RI,” kata Alex.

Menurut Alex, setiap kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah Malaysia harus sinkron dengan undang-undang dan aturan hukum pemerintah RI.

“Jika kebijakan Malaysia tidak sinkron dengan UU RI, akan terjadi masalah dalam hal penguatkuasaan (penegakan) hukum,” katanya.

Apabila ada pengubahan kebijakan soal pekerja migran, kata Alex, sebaiknya melibatkan semua stakeholders, bukan hanya birokrat saja.

“Permasalahan di lapangan butuh partisipasi organisasi buruh migran (NGO). Bukan majikan dari PPTKIS dan agensi pekerja asing. Instrumen HAM Internasional juga perlu diambil sebagai referensi,” pungkasnya.
(FK, 02/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh